Tiga sekawan yang akan melakukan caving di goa buniayu. @scratchz, @rekopermonojati, @marooona

(Buniayu Sukabumi, 24 Maret 2012)

 

Pintu masuk goa Buniayu, kita harus menggunakan tali untuk masuk di kedalaman 20 meter dari permukaan tanah.

(Goa Buniayu, 24 Maret 2012)

 

Zona gelap abadi, jika semua senter dipadamkan maka tidak akan ada cahaya yang dapat ditangkap oleh mata sehingga tangan kita sendiri pun tidak dapat terlihat.

(Goa Buniayu, 24 Maret 2012)

 

Sepanjang goa Buniayu, ada jalan yang  tergenang air karena memang tepat di bawahnya mengalir sungai bawah tanah. Selain itu juga terdapat jalan berlumpur, jalan naik dan jalan turunan.

(Goa Buniayu, 24 Maret 2012)

 

Seperti para penambang yang telah lama tersesat, akhirnya kami pun berhasil keluar dari goa dengan baju kotor penuh lumpur.

(Buniayu, 24 Maret 2012)

 

Cerita :

Hari itu Jum’at 22 Maret 2012, aku bersama kedua temanku melakukan perjalanan backpacker ke sukabumi. Tempat yang kami tuju adalah Buniayu dimana di daerah tersebut terdapat goa buniayu/kerek yang dapat dilakukan caving. Informasi ini kami dapat dari salah satu blog di internet yaitu http://mythzmoiselle.blogspot.com/2011/10/first-time-caving-goa-buniayu-goa-kerek.html
Berbekal informasi yang sangat minim, akhirnya kami memulai perjalanan ke Sukabumi dengan me-ngeteng (backpacker banget). Karena diantara kami tidak ada yang tau pasti letak Buniayu, maka sepanjang perjalanan kami bertanya kesana-kemari bagaimana caranya mencapai daerah tersebut. Berikut ini rute yang kami tempuh untuk sampai di Buniayu (smoga bisa membantu yang ingin pergi kesana):

  1. Terminal Lebak Bulus Jakarta – Perempatan sebelum Terminal Degung Sukabumi (naik bus Rp 21.000 selama 5 jam karena macet)
  2. Perempatan sebelum Terminal Degung Sukabumi – Ramayana Sukabumi (naik ojek Rp 6.000 selama 5 menit)
  3. Ramayana Sukabumi – Terminal Jublek (naik angkot Rp 3.000 selama 20 menit)
  4. Terminal Jublek – Buniayu (naik angkot Rp 8.000 selama 1 jam)

Hampir jam 6 sore, akhirnya kami sampai di Buniayu. Sudah hampir senja, kami pun bergegas berjalan menuju lokasi goa yang kami tempuh kurang lebih selama 15 menit (800 meter). Untung pas di jalan tadi kami sempat kontak Kang Ucok (guide di daerah situ) dulu. Dan Alhamdulillah masih ada satu tempat kosong yang bisa kami singgahi. Tempat tersebut mirip gubuk tapi oke karena di dalamnya ada matras, lampu, dan listrik (jadi HP masih bisa di-charge hehe). Ongkos sewa gubuk tersebut Rp 75.000 per gubuk yang bisa disinggahi 3-4 orang.

Ternyata ada rombongan lain selain kami yang datang untuk caving di gua tersebut. Rombongan pertama berasal dari Bekasi dengan jumlah 25 orang yang telah sampai lebih dahulu sebelum kami (masih SMA ternyata), dan rombongan yang kedua adalah para mahasiswa yang entah darimana asalnya (ga nanya karena datangnya agak malam jam 10an :p). Kami pun meminta Kang Ucok supaya kami bisa gabung ke salah satu rombongan tersebut. Berhubung kami ingin jam 11 siang sudah bisa pergi untuk kembali ke Jakarta maka kami meminta diikut sertakan dengan rombongan yang akan memulai caving paling awal. Berdasarkan informasi dari kang Ucok, rombongan yang akan melakukan caving di awal adalah SMA Bekasi yaitu sekitar jam 2 dini hari.

Jam 2 dini hari lebih kami dibangunkan oleh kang Ucok untuk bersiap-siap (pakaian dan helmet sudah disiapkan). Sewaktu bersiap-siap, dengan rasa penasaran kami pun bertanya kepada para guide, berapa lama kita akan melakukan caving. Salah satu guide menjawab sekitar 5-6 jam tergantung kondisi. Wahhh, aku pun dalam hati bertanya-tanya, 6 jam? lama amat ya.. ngapain aja disana? hehe..

Jam 3 dini hari kami pun berangkat menuju goa. Wow, ternyata untuk masuk ke goa kami harus diikatkan dengan tali dan diturunkan di kedalaman 20 meter. Karena jumlah peserta yang banyak yaitu 27 orang termasuk kami, maka waktu untuk menurunkan semua peserta cukup lama. Setelah semua turun, maka mulai lah perjalanan kemi untuk menyusuri goa tersebut. Wow, luar biasa, pertama kali caving dan langsung dihadapkan dengan goa sepanjang 2.5km dengan kedalaman 20-50m. Track yang dilalui pun cukup beragam dari mulai jalan setapak biasa, jalan becek dan berair, jalan berlumpur, jalan dengan samping kanan/kiri jurang, jalan turun, jalan naik.. Luar biasaaa.. Pantes butuh waktu 6 jam, lha wong track-nya aja seperti itu. Di dalam goa tersebut juga terdapat bermacam-macam zona meliputi zona terang, zona senja dan zona gelap abadi. Cuma karena kami memulainya jam 2 pagi maka semua zona adalah zona gelap abadi, hehehe..

Selama perjalanan ada hal-hal yang luar biasa yang terjadi, seperti hampir terpeleset ke jurang (terpeleset = die lho, atau minimal patah tulang kalo beruntung), dan di tengah jalan kami ketemu ular kobra di jalur berlumpur, bikin makin horror aja ya. Beberapa jalur berhasil aku ambil gambarnya. Namun untuk jalan lumpur dan jalan yang cukup ekstrim, boro2 ambil gambar, mending mikirin keselamatan diri dulu. hehe..

Akhirnya setelah kurang lebih 6 jam terlihat juga mulut goa. Fuiiihhh, luar biasa.. edan pisanlah… kami keluar seperti pekerja tambang yang sudah lama tersesat di dalam goa, kotor semua euy.. Lalu kami pun bersih-bersih di air terjun yang tidak jauh dari mulut goa tersebut. Enak tenan…

Setelah bersih-bersih kami pun langsung kembali ke gubuk tempat kami menginap untuk mandi ulang, beres-beres, nyelesaiin administrasi lalu balik ke Jakarta. Rencana sih mw ke Sentul dulu lihat Festival Balon International. Tapi sayang sesampainya di Sentul, eh balonnya ga ada yang terbang karena habis hujan.. Fuiihh.. what a great adventure after all…

Foto-foto lengkap : http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150697616598913.417153.554803912&type=1

Tagged with:
 

12 Responses to Extreme Journey to The Center of The Earth (Goa Buniayu)

  1. Rizkymukiki says:

    Mantappp Juragan, ntar ane coba coba ahh kesono, tapi ngomong2 tuh tambang kuat kan buat nampung beban kaya ane gan??

  2. Jeje says:

    mas mau nanya itu bisnya berangkat jam berapa ya? trus perjalanan dari jakarta ke buniayu nya brp jam? Mohon dijawab

    • scratchz says:

      untuk bis dari lebak bulus ke sukabumi tiap jam ada. detail perjalanannya sudah saya cantummkan di blog kok :)

      - Terminal Lebak Bulus Jakarta – Perempatan sebelum Terminal Degung Sukabumi (naik bus Rp 21.000 selama 5 jam karena macet)
      - Perempatan sebelum Terminal Degung Sukabumi – Ramayana Sukabumi (naik ojek Rp 6.000 selama 5 menit)
      - Ramayana Sukabumi – Terminal Jublek (naik angkot Rp 3.000 selama 20 menit)
      - Terminal Jublek – Buniayu (naik angkot Rp 8.000 selama 1 jam)

  3. monkz says:

    persis pekerja tambang li..
    udah nemu SDA baru buat Indonesia?

  4. kems says:

    mas,,,mw tanya, apakah di TKP sudah ada guide lokal nya apa kita harus booking dahulu pake agent2 gtu?? trz mnta rincian biaya klo backpaker an ksana…

    thnks

  5. Harry says:

    Mas, kalo bawa motor kesana bisa gak ya? trus ada smacam tempat penitipan motor gitu?
    Kalo misal nya mau caving, mesti ada minimal orang dan jam berangkat masuk goa nya ditentuin gimana kita?
    Maaf nanya nya banyak, butuh info banget mas, udah gak sabar mau kesana! hheee
    Thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>